• Perjalanan, hidup, dan hati.

    Posted on January 16, 2012 by in Blog, Colors of My Day, Thoughts

    Perjalanan. Mau gak mau, pasti hal ini jadi bagian dari keseharian kita. Mau kerja, mau sekolah, mau hang out sama temen2, mau ngapel, pasti melewati yang namanya perjalanan. Buat gue sendiri, perjalanan ini jadi suatu ritual yang memang sengaja gue buat jadi menyenangkan. Dan menurut gue, membuat perjalanan jadi menyenangkan itu sesuatu yang penting. Kebayang gak kalau setiap hari kita ngomel2 gara kena macet di jalan, macetnya gak ilang yang ada capek ngedumel.

    Kalau ngomongin perjalanan, gue paling suka perjalanan gue selama 4 tahun bolak-balik rumah-kampus. Gue naik bus Patas AC, bisa nomor 84 jurusan Pulogadung-Depok atau nomor 134 jurusan Senen-Depok. Dari rumah gue ke kampus kira-kira 45 menit kalau perjalanannya lancar, kalau macet bisa 1 jam. Tapi itu belum termasuk nunggu busnya. Nunggu busnya ini yang kadang-kadang lama karena datengnya seenak udel supirnya (ya… mungkin karena macet juga sih…) jadi kadang susah untuk bikin estimasi kapan busnya lewat. Nunggunya ini bervariasi antara 15-45 menit. Iya, nunggu busnya hampir sama waktunya dengan perjalanannya. Paling sebel kalau turun dari ojek dan ngeliat si bus baru aja lewat dari halte dan langsung masuk ke tol. Hadeh, rasanya pengen ambil remote trus gue pause deh busnya. Yah begitulah… jadi kira-kira 1,5 jam perjalanan gue setiap hari ke kampus, 3 jam total kalau pulang pergi.

    Selama 3 jam ini gak banyak yang gue lakuin memang, mostly duduk. Duduk di halte nunggu bus dan lalu duduk di bus selama perjalanan (kalau dapet duduk). Kadang-kadang kegiatannya gue modif sesuai kebutuhan sih. Duduk sambil belajar kalau lagi ujian, duduk sambil denger musik, duduk sambil main hape (bahaya nih di kendaraan umum, jangan ditiru ya), tapi untuk beberapa alasan gue gak pernah duduk sambil tidur di bus. Sama aja ya duduk juga judulnya :p

    Btw, kayanya paragraf diatas agak gak penting… ayo wid… fokus… fokus… nulisnya fokus… :p

    Anyway, gue menganggap 3 jam ini kaya terapi. Sebisa mungkin, ini jadi waktu gue untuk mengistirahatkan pikiran dari segala hal yang ruwet (tugas kuliah, organisasi, pacar, dll). Ini jadi waktu buat gue untuk having me time. Gimana caranya? yup, denger musik. Musik disini bisa macem2. Bisa musik dari mp3 player, musik yang disetel supir (dari lagu jadul yang enak sampe lagu aneh2 tapi tetap menghibur), dan yang terakhir dengerin pengamen. Menurut gue, yang terakhir paling menarik karena selain mendengar gue juga bisa mengobservasi. Gimana cara si pengamen menyanyi, gimana ekspresinya bawain lagu, penjiwaannya (halah), sampe yang salah lirik atau yang nyanyi pake bahasa inggris tapi yaudahlahya-liriknya-asal-aja-yang-penting-nadanya-bener . Aseli, yang terakhir itu kadang bikin astaga-pengen-ketawa-jumpalitan-tapi malu-deh-ah-lagi-di-bus. Haha!

    Itu cerita dulu. Sekarang gue udah kerja dan lewat perjalanan dengan kendaraan dan rute yang berbeda. Beda sama dulu yang rutenya gak bisa milih, skr gue punya 2 alternatif pilihan. Pilihan pertama, naik transjakarta sepanjang bypass Yos Sudarso. Rute ini enak karena jalannya yang tinggal lurus dan tidak macet. Pilihan kedua, naik metromini 03 dari ITC Cempaka Mas sampai ke terminal Rawamangun dan lalu nyambung naik mikrolet M21. Kalau gue pakai rute ini, gue harus jalan dulu sampai ke ITC Cempaka Mas (kalau mau ngitung sembarangan, dari kantor gue sampe tempat naik metromini kira-kira 3 kalinya jarak gue jalan dari kampus ke tempat gue naik bus di margonda). Gue pilih yang mana? Pilihan pertama? Tetooottt! Gue pilih yang kedua. Begini alasannya:

    Naik transjakarta memang mungkin terdengar lebih enak, jalurnya lurus dan gak macet. Tapi, kedatangan busnya ini lamanya 7 tahun cahaya! Karena lama datengnya, di setiap halte penumpang biasanya udah numpuk. Alhasil busnya selalu bejubel isinya. Kebayang dong, udah lama nunggu, masih harus berjuang buat berdiri (Yup! Rute yang ini gak mungkin dapet duduk). So, no thanks!

    Untuk pilihan kedua, gue memang harus jalan sih agak jauh… tapi jalannya itu lewat dalem ITC. Hawanya lumayan adem dan sekalian bisa sambil liat2 :p Satu hal yang si metromini dan mikrolet punya dan transjakarta gak punya adalah kepastian. Meeeennn… kepastian itu penting banget kali! (okay… fokus wid… fokus… ngomongin perjalanan…) Hmm. Okay, kepastian. Yaiyalah jelas metromini, isinya kosong dan siap menampung kita. Kita dapet kepastian kalau kita pasti dapet tempat disitu. Kebayang kalau transjakarta, udah ada isinya, udah penuh, masih mau diisi lagi sama yang lain. Yakin kita masih bisa dapet tempat disitu? Gak mikirin apa kalau kita gak suka bersaing sama orang lain untuk dapet tempat? Kalau mau nampung kita ya penumpang2 yang sebelumnya diturunin dulu kali ah! (Wid, wid, ini ngomongin angkot bukan ngomongin hati :p)

    Eghm. Baik, sodara-sodara… *muka serius* nampaknya saya sudah tidak fokus. Jadi kita sudahi saja… begini kesimpulannya menurut saya: Hidup itu seperti perjalanan. Kadang ada saatnya kita hanya punya satu rute, mau tidak mau, suka tidak suka. Ada saatnya kita tidak bisa mengeluh terhadap jalan yang sudah diberi pada kita, jadi apa yang bisa kita lakukan? Ya, satu2nya yang bisa dilakukan adalah menikmatinya. Tapi terkadang kita juga dihadapkan pada beberapa pilihan. Walaupun tujuannya sama, tapi jalan menuju kesana bisa berbeda. Kalau kita tahu apa yang nyaman untuk kita, kenapa pilih yang lain? walaupun tahu jalannya berliku, tapi kita tau apa yang terbaik buat kita. Hmm.. saya sendiri sekarang merasa sudah ada di jalan yang nyaman untuk saya. Mudah-mudahan tidak salah pilih jalan. Amin… (blush)(blush)(blush)

    Oh, ya. Ada lagi satu perbedaan waktu saya pulang kuliah dulu dan waktu saya pulang kerja sekarang. Waktu pulang kuliah biasanya udah malam, saya suka liat bintang. Kalau sekarang langit senja yang diliat. Saya pilih mana? Dua2nya! Emang boleh pilih dua2nya?? Gpp.. mereka datengnya gantian kok, gak barengan… jadi gapapa :p

    Langit senja ini... Subhanallah :)

     

    *haduh, panjang ternyata jadinya. niatnya cuma nulis 3-4 paragraf :p

    ©dhya

     

     

One Responseso far.

  1. Cyril says:

    Admin do you want unlimited content for your page? Serarch in google:
    Anightund’s rewriter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *